Sinyal perpisahan sudah dapat direkam dari sabda dan tindakan beliau, diantaranya
:
Pada waktu haji wada’ beliau bersabda, ”Aku tidak tahu pasti, boleh
jadi aku tidak akan bisa bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan keadaan
seperti ini.”
Pada waktu melempar jumroh aqabah beliau bersabda, ”Pelajarilah manasik
kalian dariku, karena boleh jadi aku tidak berhaji lagi sesudah tahun ini.”
Sepulang dari haji wada’ pada bulan Shafar tahun 11 Hijriah, Rasulullah
mulai sakit. Beliau
merasakan pusing dan panas tubuhnya yang perlahan meninggi, sehingga tubuh Rasulullah pun lemah dan beliau
tidak mampu lagi untuk menjadi imam shalat berjamaah. Rasulullah pun
memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam menggantikan beliau.
Pada suatu kesempatan disaat
Rasulullah mulai membaik dari sakitnya, beliau memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan
azan memanggil umat Islam untuk sholat berjamaah. Setelah mengerjakan dua
rakaat shalat berjamaah, Nabi pun naik mimbar dan beliau bersabda "Wahai
Kaum Muslimin, Sesungguhnya Aku adalah Nabimu, Penasihatmu dan Saudaramu
seperti Saudara Sekandung. Barang siapa diantara kalian yang merasa pernah aku
sakiti... berdirilah untuk membalas kepadaku.. Aku tidak mau menerima
pembalasan itu di akhirat."
Setelah Nabi berkata demikian..
Semua yang Hadir diliputi kesedihan dan berderai air mata.. karena apa yg
dikatakan Nabi adalah pertanda bahwa Hari-Hari terakhir bersama Beliau akan
segera tiba...
Suasana begitu Hening.. Tak ada
satu orangpun yg pernah merasa disakiti oleh Rosululloh...
Kemudian Nabi mengulangi lagi ucapannya
itu hingga 3 kali, lalu berdirilah salah seorang sahabat yang bernama Ukasyah. Ukasyah
berkata.. "Ya Rasul... Sesungguhnya aku enggan dan tidak sampai hati ingin
membalas seandainya engkau tidak memintanya sampai 3 kali... Aku memberanikan
diri untuk menceritakan apa yang pernah kualami atas perlakuan Engkau
terhadapku dalam perang Badar ya Rasulullah.. Dahulu saat Untaku mendekati
Untamu.. Engkau mengangkat cambuk dan akulah yang terkena cambukmu pada bagian
pinggangku... Sakit ya Rasulullah... Aku tidak tahu apakah waktu itu engkau
sengaja mencambukku atau ingin mencambuk untamu"..
Kemudian Nabi menjawab.. "Wahai
Ukasyah.. sesungguhnya aku melakukan itu Tidak dengan sengaja.. tetapi jika
engkau ingin membalasku, maka ambilah balasan terhadapku"
Lalu Nabi memerintahkan Bilal
untuk mengambil cambuk di rumah Fatimah
"Untuk
apa ayahku mengambil cambuk ini?" tanya fatimah
"Ayahmu akan melakukan Qisas, ya Fatimah," jawab bilal
"Ayahmu akan melakukan Qisas, ya Fatimah," jawab bilal
Meneteslah
air mata Fatimah Putri Rosululloh seraya berkata..
"Ya Allah.. Siapakah orang yang sampai hati ingin membalas Rasulullah ayahku? Di saat beliau sedang sakit?"
"Ya Allah.. Siapakah orang yang sampai hati ingin membalas Rasulullah ayahku? Di saat beliau sedang sakit?"
Setelah cambuk itu diserahkan
kepada Nabi kemudian Beliau meminta kepada Ukasyah untuk segera membalas
cambukan kepada beliau..
Suasana kian Tegang diliputi
perasaan cemas, melihat Nabi yang minta dicambuk oleh Ukasyah.
Tiba2
Abu Bakar dan Umar berdiri lalu berkata..
"Wahai Ukasyah, Apakah kau tidak melihat bahwasanya Rasulullah sedang sakit? Tega-teganya kau mau memukul Rasulullah,"
"Wahai Ukasyah, Apakah kau tidak melihat bahwasanya Rasulullah sedang sakit? Tega-teganya kau mau memukul Rasulullah,"
Tetapi
Nabi Menjawab...
"Duduklah engkau berdua.. Allah telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu,"
"Duduklah engkau berdua.. Allah telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu,"
Kemudian
menyusul bangkitlah Ali bin Abi Tholib...
"Wahai Ukasyah, Kau tau aku masih hidup bersama Rasulullah.. tetapi Kau tetap nekad dan berkeras hati ingin membalas mencambuk Rasulullah?? ini perutku, ini dadaku dan ini punggungku.. pilihlah mana yang kau sukai, dan cambuklah sekuat tanganmu,"
"Wahai Ukasyah, Kau tau aku masih hidup bersama Rasulullah.. tetapi Kau tetap nekad dan berkeras hati ingin membalas mencambuk Rasulullah?? ini perutku, ini dadaku dan ini punggungku.. pilihlah mana yang kau sukai, dan cambuklah sekuat tanganmu,"
Melihat
ini, Nabi pun menjawab:
"Wahai Ali.. Allah tau kedudukan dan pengorbananmu, karena itu, duduklah."
"Wahai Ali.. Allah tau kedudukan dan pengorbananmu, karena itu, duduklah."
Belum
cukup pembelaan sahabat Abu Bakar, Umar dan Ali.. kemudian kedua cucu Nabi pun bangkit
dan berkata...
"Engkau tahu Ukasyah, bahwa kami adalah Cucu Rasulullah... Yang masih ada hubungan darah dengan Beliau. Jika kau mau mencambuk kami... itu sudah sama saja dengan kau mencambuk Rasulullah... Maka cambuk sajalah kami,"..
"Engkau tahu Ukasyah, bahwa kami adalah Cucu Rasulullah... Yang masih ada hubungan darah dengan Beliau. Jika kau mau mencambuk kami... itu sudah sama saja dengan kau mencambuk Rasulullah... Maka cambuk sajalah kami,"..
Dan
Nabi tetap menjawab;
"Duduklah wahai Cucuku.. Allah tau kedudukan kalian.."
"Duduklah wahai Cucuku.. Allah tau kedudukan kalian.."
Kemudian
Rasulullah menatap Ukasyah dan berkata:
"Ini Cambuk yg pernah melukaimu dengan tanganku.. maka Cambuklah segera Wahai Ukasyah, jika memang benar aku telah berbuat demikian terhadapmu!"
"Ini Cambuk yg pernah melukaimu dengan tanganku.. maka Cambuklah segera Wahai Ukasyah, jika memang benar aku telah berbuat demikian terhadapmu!"
Lalu Ukasyah
pun menjawab..
"Ya Rasulullah.. dulu cambukmu mengenai pinggangku saat aku tidak memakai baju.. sekarang kau memakai baju Ya Rasulullah. Tidak adil ya Rasulullah"
"Ya Rasulullah.. dulu cambukmu mengenai pinggangku saat aku tidak memakai baju.. sekarang kau memakai baju Ya Rasulullah. Tidak adil ya Rasulullah"
Para sahabat kian semakin Tegang
melihat perlakuan Ukasyah kepada Nabi. Bercucuranlah air mata Mereka yang tidak
sanggup melihat Nabi disakiti justru disaat akhir kehidupan Beliau. Akan tetapi
Sesuai dengan permintaan Ukasyah, kemudian Nabipun membuka bajunya hingga
nampaklah punggungnya yang putih..
Tiba tiba Ukasyah membuang cambuk
yg dipegangnya begitu saja. Lalu Ukasyah melepaskan bajunya. Dengan Berderai
airmata, Ukasyah kemudian memeluk Nabi. Erat. Sangat erat. "Ya
Rasulullaaaah, mana mungkin aku tega memukulmu ya Rasulullah? Aku ingin Kulitku yang hina ini
menempel dengan Kulitmu yg mulia. Aku hanya ingin tubuhku yang hina ini kelak
dapat memeluk tubuhmu yang mulia, Ya Rasulullaah"
Kemudian rasulullah bersabda,
“barang siapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah Ukasyah.”
Para Sahabat seketika
itu juga mencurahkan isak tangisnya seraya memeluk Nabi.. dan merekapun
bergantian memeluk Ukasyah..
Akhirnya, pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, Rasulullah
meninggal dunia di pangkuan Aisyah Radiyallahu Anha.
Dari
cerita di atas dapat kita ambil hikmah pelajaran. Rasulullah—seorang utusan Allah—saja
minta diqisos atau dibalas terhadap perbuatannya sekecil apapun. Apalagi kita? Wallahualam
bishshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar