Senin, 01 Juni 2015

KISAH MENJELANG WAFATNYA RASULULLAH SAW

Sinyal perpisahan sudah dapat direkam dari sabda dan tindakan beliau, diantaranya :
Pada waktu haji wada’ beliau bersabda, ”Aku tidak tahu pasti, boleh jadi aku tidak akan bisa bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini.”
Pada waktu melempar jumroh aqabah beliau bersabda, ”Pelajarilah manasik kalian dariku, karena boleh jadi aku tidak berhaji lagi sesudah tahun ini.”
Sepulang dari haji wada’ pada bulan Shafar tahun 11 Hijriah, Rasulullah mulai sakit. Beliau merasakan pusing dan panas tubuhnya yang perlahan meninggi, sehingga tubuh Rasulullah pun lemah dan beliau tidak mampu lagi untuk menjadi imam shalat berjamaah. Rasulullah pun memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam menggantikan beliau.
Pada suatu kesempatan disaat Rasulullah mulai membaik dari sakitnya, beliau memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan memanggil umat Islam untuk sholat berjamaah. Setelah mengerjakan dua rakaat shalat berjamaah, Nabi pun naik mimbar dan beliau bersabda "Wahai Kaum Muslimin, Sesungguhnya Aku adalah Nabimu, Penasihatmu dan Saudaramu seperti Saudara Sekandung. Barang siapa diantara kalian yang merasa pernah aku sakiti... berdirilah untuk membalas kepadaku.. Aku tidak mau menerima pembalasan itu di akhirat."
Setelah Nabi berkata demikian.. Semua yang Hadir diliputi kesedihan dan berderai air mata.. karena apa yg dikatakan Nabi adalah pertanda bahwa Hari-Hari terakhir bersama Beliau akan segera tiba...
Suasana begitu Hening.. Tak ada satu orangpun yg pernah merasa disakiti oleh Rosululloh...
Kemudian Nabi mengulangi lagi ucapannya itu hingga 3 kali, lalu berdirilah salah seorang sahabat yang bernama Ukasyah. Ukasyah berkata.. "Ya Rasul... Sesungguhnya aku enggan dan tidak sampai hati ingin membalas seandainya engkau tidak memintanya sampai 3 kali... Aku memberanikan diri untuk menceritakan apa yang pernah kualami atas perlakuan Engkau terhadapku dalam perang Badar ya Rasulullah.. Dahulu saat Untaku mendekati Untamu.. Engkau mengangkat cambuk dan akulah yang terkena cambukmu pada bagian pinggangku... Sakit ya Rasulullah... Aku tidak tahu apakah waktu itu engkau sengaja mencambukku atau ingin mencambuk untamu"..
Kemudian Nabi menjawab.. "Wahai Ukasyah.. sesungguhnya aku melakukan itu Tidak dengan sengaja.. tetapi jika engkau ingin membalasku, maka ambilah balasan terhadapku"
Lalu Nabi memerintahkan Bilal untuk mengambil cambuk di rumah Fatimah
"Untuk apa ayahku mengambil cambuk ini?" tanya fatimah
"Ayahmu akan melakukan Qisas, ya Fatimah," jawab bilal
Meneteslah air mata Fatimah Putri Rosululloh seraya berkata..
"Ya Allah.. Siapakah orang yang sampai hati ingin membalas Rasulullah ayahku? Di saat beliau sedang sakit?"
Setelah cambuk itu diserahkan kepada Nabi kemudian Beliau meminta kepada Ukasyah untuk segera membalas cambukan kepada beliau..
Suasana kian Tegang diliputi perasaan cemas, melihat Nabi yang minta dicambuk oleh Ukasyah.
Tiba2 Abu Bakar dan Umar berdiri lalu berkata..
"Wahai Ukasyah, Apakah kau tidak melihat bahwasanya Rasulullah sedang sakit? Tega-teganya kau mau memukul Rasulullah,"
Tetapi Nabi Menjawab...
"Duduklah engkau berdua.. Allah telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu,"
Kemudian menyusul bangkitlah Ali bin Abi Tholib...
"Wahai Ukasyah, Kau tau aku masih hidup bersama Rasulullah.. tetapi Kau tetap nekad dan berkeras hati ingin membalas mencambuk Rasulullah?? ini perutku, ini dadaku dan ini punggungku.. pilihlah mana yang kau sukai, dan cambuklah sekuat tanganmu,"
Melihat ini, Nabi pun menjawab: 
"Wahai Ali.. Allah tau kedudukan dan pengorbananmu, karena itu, duduklah."
Belum cukup pembelaan sahabat Abu Bakar, Umar dan Ali.. kemudian kedua cucu Nabi pun bangkit dan berkata...
"Engkau tahu Ukasyah, bahwa kami adalah Cucu Rasulullah... Yang masih ada hubungan darah dengan Beliau. Jika kau mau mencambuk kami... itu sudah sama saja dengan kau mencambuk Rasulullah... Maka cambuk sajalah kami,"..
Dan Nabi tetap menjawab;
"Duduklah wahai Cucuku.. Allah tau kedudukan kalian.."
Kemudian Rasulullah menatap Ukasyah dan berkata:
"Ini Cambuk yg pernah melukaimu dengan tanganku.. maka Cambuklah segera Wahai Ukasyah, jika memang benar aku telah berbuat demikian terhadapmu!"
Lalu Ukasyah pun menjawab..
"Ya Rasulullah.. dulu cambukmu mengenai pinggangku saat aku tidak memakai baju.. sekarang kau memakai baju Ya Rasulullah. Tidak adil ya Rasulullah"
Para sahabat kian semakin Tegang melihat perlakuan Ukasyah kepada Nabi. Bercucuranlah air mata Mereka yang tidak sanggup melihat Nabi disakiti justru disaat akhir kehidupan Beliau. Akan tetapi Sesuai dengan permintaan Ukasyah, kemudian Nabipun membuka bajunya hingga nampaklah punggungnya yang putih..
Tiba tiba Ukasyah membuang cambuk yg dipegangnya begitu saja. Lalu Ukasyah melepaskan bajunya. Dengan Berderai airmata, Ukasyah kemudian memeluk Nabi. Erat. Sangat erat. "Ya Rasulullaaaah, mana mungkin aku tega memukulmu ya Rasulullah? Aku ingin Kulitku yang hina ini menempel dengan Kulitmu yg mulia. Aku hanya ingin tubuhku yang hina ini kelak dapat memeluk tubuhmu yang mulia, Ya Rasulullaah"
Kemudian rasulullah bersabda, “barang siapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah Ukasyah.”
Para Sahabat seketika itu juga mencurahkan isak tangisnya seraya memeluk Nabi.. dan merekapun bergantian memeluk Ukasyah..
Akhirnya, pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, Rasulullah meninggal dunia di pangkuan Aisyah Radiyallahu Anha.

Dari cerita di atas dapat kita ambil hikmah pelajaran. Rasulullah—seorang utusan Allah—saja minta diqisos atau dibalas terhadap perbuatannya sekecil apapun. Apalagi kita? Wallahualam bishshowab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar