Senin, 16 Maret 2015

PINTAR TAPI BODOH?

Saat sedang berbincang tentang Islam dengan seorang anak SD rekan kerja-nya, Abdullah tersentak dengan pertanyaan sang Anak.
Anak : “Om, kata Oom kan Islam itu agama untuk orang-orang yang berfikir,, hanya orang pintar yang menjalankan Islam dengan Khaffah”
Abdullah : “Benar,, Oom bilang begitu,, kenapa memangnya?”
Anak : “Loch,, kok Einstein gak masuk Islam Om?”
Abdullah pun terdiam sebentar mencoba memahami logika sang Anak, lalu menjawab :
Abdullah : “Menurut kamu, Oom pintar gak?”
Anak : “Hmmn,,,, Pintar” (Alhamdulillah masih dianggap pintar batin Abdullah,,, tapi Ini anak ya,, jawab begitu aja pake mikir dulu,,,) :D
Abdullah : “Tapi kok Oom gak ngerti apa-apa tentang Kimia ya? Oom juga bodoh loch soal fisika? Apalagi Geografi, kenapa ya?”
Anak : “Ya karena Oom gak belajar tentang itu” Tukas sang anak cerdas ini dengan cepat.
Abdullah : “Kenapa Oom gak belajar?” Kejar Abdullah
Anak : “Lah,, justru itu,, kenapa Oom gak belajar?” Balas sang anak
Abdullah : “Kalau Oom gak belajar karena Oom gak tertarik sama Kimia/ Fisika sebagaimana Oom tertarik dengan ekonomi, jadi Oom gak meluangkan waktu ke sana”
Anak : “Hmn,,, berarti Einstein gak tertarik dengan Islam ya Om?”
Abdullah : “Einstein bukan tidak tertarik dengan Islam Nak,, tapi Einstein tidak tertarik pada Kebenaran Akhirat, dia mungkin gak percaya sama Akhirat karena dia terlalu bersandar pada logika-nya, sehingga dia malas mengerahkan waktunya untuk mencari kebenaran akhirat, yang ujung-ujungnya menyebabkan dia menjadi satu golongan dengan orang-orang yang bodoh di akhirat,, sebagaimana oom juga akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang bodoh saat berkumpul dengan para sarjana Fisika dan Kimia” Jelas Abdullah.
Anak : “Hmmn,,, gitu ya Om”
Abdullah : “Itu menurut Oom,, kalau kamu sependapat silahkan ambil, tapi kalau punya pendapat yang lebih baik ayo kita diskusikan lagi,, jadi kamu mau ngumpul sama Einstein gak di akhirat,, dipuji pintar di dunia oleh Manusia, tetapi dihinakan Allah bersama orang-orang bodoh di akhirat”.
Anak : “Kagak Ah,, aku maunya pintar di dunia, dan dipuji Allah di Akhirat”
Abdullah : “Wah, hebat dong,,, berarti kamu harus belajar Ilmu Dunia dan gak boleh menduakan ilmu Akhirat,,, susah sih,,, tapi kalau kamu sih,,, Oom yakin kamu pasti bisa,,, tinggal mau atau kagak aja,,, mau gak?”
Anak : “Mau Om”
Dan selanjutnya mereka kembali mengaji sambil bercanda,, eh, atau bercanda sambil mengaji karena kebanyakan becandanya,,,
Ya pokoknya hari itu Abdullah disadarkan oleh sahabat kecil-nya bahwa kita ini manusia, hanya Allah lah yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu, kita memiliki keterbatasan dalam belajar dan mustahil bisa menguasai segala-nya, karena bahkan Einstein yang telah berhasil mengaktifkan 15% kemampuan potensial otak manusia,, tetap gagal memahami Ilmu Allah hanya karena kesalahan memilih prioritas Ilmu,,, apalagi kita yang mungkin Cuma bisa mengaktifkan 5% kemampuan potensial kita,,, maka mulailah menentukan prioritas Ilmu kita,,, yang pasti Prioritas satu adalah Ilmu Akhirat,, untuk prioritas dua dan seterusnya dikembalikan kepada kita.
Semoga Allah menganugerahi kita Ilmu yang bisa memuliakan kita di dunia dan akhirat sebagaimana Ilmu yang Allah berikan kepada Ayahanda kita tercinta Nabi Adam AS yang menyebabkan para Malaikat bersukarela bersujud kepada beliau atas perintah Allah.

Maka sudahkah kita memutuskan ilmu prioritas kita? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar