Saat sedang
berbincang tentang Islam dengan seorang anak SD rekan kerja-nya, Abdullah
tersentak dengan pertanyaan sang Anak.
Anak : “Om, kata
Oom kan Islam itu agama untuk orang-orang yang berfikir,, hanya orang pintar
yang menjalankan Islam dengan Khaffah”
Abdullah : “Benar,,
Oom bilang begitu,, kenapa memangnya?”
Anak : “Loch,, kok
Einstein gak masuk Islam Om?”
Abdullah pun
terdiam sebentar mencoba memahami logika sang Anak, lalu menjawab :
Abdullah : “Menurut
kamu, Oom pintar gak?”
Anak : “Hmmn,,,,
Pintar” (Alhamdulillah masih dianggap pintar batin Abdullah,,, tapi Ini anak
ya,, jawab begitu aja pake mikir dulu,,,) :D
Abdullah : “Tapi
kok Oom gak ngerti apa-apa tentang Kimia ya? Oom juga bodoh loch soal fisika?
Apalagi Geografi, kenapa ya?”
Anak : “Ya karena
Oom gak belajar tentang itu” Tukas sang anak cerdas ini dengan cepat.
Abdullah : “Kenapa
Oom gak belajar?” Kejar Abdullah
Anak : “Lah,,
justru itu,, kenapa Oom gak belajar?” Balas sang anak
Abdullah : “Kalau
Oom gak belajar karena Oom gak tertarik sama Kimia/ Fisika sebagaimana Oom
tertarik dengan ekonomi, jadi Oom gak meluangkan waktu ke sana”
Anak : “Hmn,,,
berarti Einstein gak tertarik dengan Islam ya Om?”
Abdullah :
“Einstein bukan tidak tertarik dengan Islam Nak,, tapi Einstein tidak tertarik
pada Kebenaran Akhirat, dia mungkin gak percaya sama Akhirat karena dia terlalu
bersandar pada logika-nya, sehingga dia malas mengerahkan waktunya untuk
mencari kebenaran akhirat, yang ujung-ujungnya menyebabkan dia menjadi satu
golongan dengan orang-orang yang bodoh di akhirat,, sebagaimana oom juga akan
masuk ke dalam golongan orang-orang yang bodoh saat berkumpul dengan para
sarjana Fisika dan Kimia” Jelas Abdullah.
Anak : “Hmmn,,,
gitu ya Om”
Abdullah : “Itu
menurut Oom,, kalau kamu sependapat silahkan ambil, tapi kalau punya pendapat
yang lebih baik ayo kita diskusikan lagi,, jadi kamu mau ngumpul sama Einstein
gak di akhirat,, dipuji pintar di dunia oleh Manusia, tetapi dihinakan Allah
bersama orang-orang bodoh di akhirat”.
Anak : “Kagak Ah,,
aku maunya pintar di dunia, dan dipuji Allah di Akhirat”
Abdullah : “Wah,
hebat dong,,, berarti kamu harus belajar Ilmu Dunia dan gak boleh menduakan
ilmu Akhirat,,, susah sih,,, tapi kalau kamu sih,,, Oom yakin kamu pasti
bisa,,, tinggal mau atau kagak aja,,, mau gak?”
Anak : “Mau Om”
Dan selanjutnya
mereka kembali mengaji sambil bercanda,, eh, atau bercanda sambil mengaji
karena kebanyakan becandanya,,,
Ya pokoknya hari
itu Abdullah disadarkan oleh sahabat kecil-nya bahwa kita ini manusia, hanya Allah
lah yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu, kita memiliki keterbatasan dalam
belajar dan mustahil bisa menguasai segala-nya, karena bahkan Einstein yang
telah berhasil mengaktifkan 15% kemampuan potensial otak manusia,, tetap gagal
memahami Ilmu Allah hanya karena kesalahan memilih prioritas Ilmu,,, apalagi
kita yang mungkin Cuma bisa mengaktifkan 5% kemampuan potensial kita,,, maka
mulailah menentukan prioritas Ilmu kita,,, yang pasti Prioritas satu adalah
Ilmu Akhirat,, untuk prioritas dua dan seterusnya dikembalikan kepada kita.
Semoga Allah
menganugerahi kita Ilmu yang bisa memuliakan kita di dunia dan akhirat
sebagaimana Ilmu yang Allah berikan kepada Ayahanda kita tercinta Nabi Adam AS
yang menyebabkan para Malaikat bersukarela bersujud kepada beliau atas perintah
Allah.
Maka sudahkah kita
memutuskan ilmu prioritas kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar